Cari di Blog Ini

Sabtu, 19 Juli 2008

ANAK,YANG DI ANAK TIRIKAN

Seorang anak berkelana mencari kasih sayang ,cinta,dari seorang yang diharapkan yaitu orang tua ,yang diharapkan bisa untuk berteduh dari masalah seorang anak

Dia adalah :jendra seorang anak yang sejak umur 8 bulan diasuh bibinya karena orang tuanya tidak mau mengasuhnya. Meskipun rumah bibiku dan orang tuaku berdampingan

Seakan jarak sangat jauh. Bibiku yang janda hidup serba kekurangan tapi dia bisa mengasuhku dengan kasih sayang yang luar biasa,aku tiga bersaudara ,dua kakaku perempuan semua,semua kakaku juga menganggap aku bukan sebagai adiknya ,itu dibuktikan dari sikap dan bukti surat yang dikirimkan saat kakaku yang pertama bekerja di arab saudi. Dalam surat itu hanya : bagaimana kabar orang tua kita dan adikku maya santika. { maya santika kakaku yang nomer dua} saat membaca surat itu yang aku temukan dalam lemari ,aku langsung menangis dan sakit hati.apakah aku bukan adik mereka ? apakah aku bukan anak kedua orang tuaku ? mengapa namaku tidak ada dalam surat itu ? ya’mungkin aku bukan anak kedua orang tuaku. Sampai saat ini aku masih sedih dengan kelakuaan saudarku dan orang tuaku.bapakku juga nggak peduli dengan aku ,nggak pernah ngajak aku bicara sampai saat ini yang umurku sudah 32 tahun.

TUHAN salah apa aku sehingga orang tuaku dan saudarku tidak mencintai aku.

Ibu pernah sebelumnya pernah menikah dan punya anak 4.3 laki-laki 1 perempuan

Dan yang perempuan meninggal.menurut kakaku yang lain bapak dia meninggal

Saat menanak nasi mereka sering kelaparan. Dan mereka juga ditinggalkan ibu

Saat masih anak-anak..ibuku memang pernah mengatakan sendiri padaku bahwa tidak suka punya anak laki-laki.mungkin itu sebabnya semua anak laki-lakinya tidak pernah diurus.yang sangat menyakitkan hati ketika aku pulang dari surabaya dalam keadaan sakit parah.bapak hanya nengok aku beberapa kali ibuku sekalipun tidak pernah nengok aku.padahal satu langkah saja sampai dirimah bibiku. Aku sakit sekitar 4bulan.dokter mengatakan aku kena tifus.ada juga yang bilang aku kena guna-guna.sampai rambutku rontok dan tubuhku sangat kurus. Saat aku sembuh bibiku bilang bahwa ibuku tidak pernah menengok aku, tetanggaku juga bilang begitu. Aku menangis dan sangat kecewa.

“ kok ada orang tua tega berbuat begitu” yang anaknya sakit keras tidak mau menengok.

Meskipun kesehatku belum pulih benar aku bertanya pada ibuku.

Jawabnya sangat menyakitkan hatiku “ aku malu lihat kamu”

Aku menangis mendegar perkataan orang tuaku, sakit hati ini.

Dimana seharusnya orang tua yang berkewajiban mengasuh,merawat.mendidik,tega berbuat seperti itu.sebenci-bencinya orang tua pastinya tidak tega melihat anaknya terkapar sakit berbulan-bulan.sejak kecil aku sudah tidak diurus dan apalagi aku dalm keadaan sakit. Bertambah kecewa dan sakit hatiku. Bisa dikatakan selama 32 tahun belum tentu setahun sekali aku kasih makan orang tuaku.apalagi dikasih uang .

“seganas-ganasnya harimau tidak tega makan anak sendiri”

“surga berada ditelapak kaki ibu”

“anak yang durhaka pada orang tua mereka”

Kata-kata itu seakan akan membuatku meragukan dan tidak berarti.

“ siapa menanam ,pasti menuai” baik dan buruknya

“hukum sebab dan akhibat” siapa bikin sebab pasti akan mengakhibatkan.

Kata-kata ini mungkin masih dipercaya sebab : manusia adalah tempatnya salah dan dosa tidak peduli anak atau orang tua .

Jika ada orang tua menganggap anaknya salah dan selalu salah dan tidak menyadari bahwa mereka adalah manusia yang tempatnya salah dan dosa.

Bagaimana kelak seorang anak yang kelak menikah punya anak dan menjadi orang tua

Akan kah mereka seperti itu?

Akankah dosa hanya punya anak?...

Apa dosa para orang tua ?...

Jika ada anak durhaka pada orang tua. Sebaliknya orang tua juga bisa durhaka pada anaknya. Aku pernah mendengarkan khotbah seorang dai sejuta umat.dia mengisahkan:

Saat di qisaf di akhirat “seorang anak protes waktu mau dimasukan keneraka oleh malaikat.

Anak : saya protes malaikat

Malaikat : kenapa kamu protes

Anak : orang tua saya tidak bertanggung jawab tidak pernah mendidik saya. Apalagi soal agama..lalu malaikat memanggil orang tua anak itu

Malaikat : apa benar kamu tidak bertanggung jawab dan tidak mendidik anakmu soal agama.

Orang tua : benar malaikat ,saya tidak bertanggung jawab dan tidak mendidik soal agama

Malaikat : sekarang kamu ikut anakmu masuk neraka.

Anak adalah amanah,titipan tuhan dan kita harus menjaga dan merawat titipan tuhan itu

Dengan baik,karena kita dipercaya . bagaimana dengan mereka yang tidak mempunyai anak ?...

Apakah mereka tidak di percaya untuk menerima amanah tuhan?...

HANYA TUHAN YANG TAHU.

NB: berdasarkan kisah nyata

Jendra prajoko

Pacalan,sukorejo,wedi,klaten

RT:03 RW:05

Tidak ada komentar: